Kamis, 17 Januari 2019

Mengkalibrasi Layar Android


Pernahkah Anda memperhatikan layar sentuh Android Anda tidak bereaksi dengan benar ketika Anda mengetuknya? Jika demikian, mungkin sudah waktunya untuk mempelajari cara kerja kalibrasi layar Android.

Cara Mengkalibrasi Layar Sentuh Android Anda
 
Di Android 4.0 dan sebelumnya

Beberapa perangkat Android generasi awal hingga Android 4.0 Ice Cream Sandwich memiliki opsi bawaan untuk mengkalibrasi sendiri. HTC Thunderbolt, misalnya, adalah salah satunya, di antara model HTC lainnya.

Bergantung pada perangkat dan versi Android, lokasi pengaturan ini dapat bervariasi, tetapi sebagian besar waktu dapat ditemukan dengan masuk ke Menu> Pengaturan> Bahasa & keyboard> Sentuh Input> Input Teks. Di bawah Presisi sentuhan jari, ketuk salah satu alat Kalibrasi atau Atur ulang kalibrasi.

Di Android 5.0 dan yang lebih baru

Perangkat Android yang lebih baru tidak memiliki opsi ini lagi. Namun, ada cara lain untuk mencapai tujuan yang sama. Salah satunya adalah dengan melakukan reset pabrik Android, yang berarti mengembalikan perangkat Anda ke pengaturan default dan menghapus semua data dan aplikasi di dalamnya.


Cara Mengkalibrasi Menggunakan Kalibrasi Layar Sentuh untuk Android

Pilihan lain adalah menggunakan aplikasi pihak ketiga. Salah satu aplikasi tersebut adalah Kalibrasi Layar Sentuh, yang memungkinkan Anda untuk mengkalibrasi layar saat dibutuhkan. Aplikasi ini gratis dan tersedia untuk diunduh dari Google Play Store.

    Luncurkan Google Play Store.

    Cari "Kalibrasi Layar Sentuh," atau "Touchscreen Calibration," ketuk aplikasi.















    Ketuk Instal.

    Ketuk Buka untuk meluncurkan aplikasi.

    Ketuk Calibrate untuk mulai mengkalibrasi layar Anda.

    Ikuti instruksi di aplikasi sampai Anda lulus semua tes.

    Setelah semua tes selesai, Anda akan menerima pemberitahuan yang menunjukkan kalibrasi selesai. Ketuk OK.

    Reset ulang perangkat Anda. Anda dapat meluncurkan kembali aplikasi jika Anda merasa kalibrasi tidak berhasil.

Rabu, 16 Januari 2019

Tips Merawat Layar Handphone Selain Dengan Memasang Screen Guard


Dari seluruh fisik smartphone zaman sekarang, layar merupakan bagian yang paling dijaga oleh pemilik handphone. Karena layar paling dominan dari keindahan sebuah gadget telpon.

Pihak-pihak produsen handphone telah berupaya memberikan perlindungan pada bagian penting ini, mulai dari layar gelas dengan tingkat kekerasan yang semakin meningkat setiap produk barunya hingga sekarang dibuat layar kaca tambahan sebagai perlindungan (screen guard).

Walaupun demikian tetap layar menjadi bagian paling rentan jika benturan fisik terjadi.

Berikut ini disampaikan trik-trik yang sudah penulis praktekkan dalam menjaga layar handphone, selain tentunya memasang layar pelindung (screen guard)

1. Jangan pergunakan layar ketika banyak pasir di atasnya. Walau layar sekarang sudah diproteksi dengan kekerasan yang tidak mudah tergores, tapi berhati-hati merupakan suatu kebijaksanaan. Dan dalam membersihkan layar jangan langsung dilap karena justru akan menggores layar yang belum terproteksi. Tapi tiup hingga dirasa tidak ada lagi pasir.

2. Simpan handphone disaku yang diperkirakan paling sedikit kemungkinan berbenturan. Tempat terbaik adalah dikantong bagian dalam jaket sebelah dalam.

3. Posisikan layar menghadap ke badan. Jika menghadap keluar maka jika terjadi benturan maka sangat berpotensi merusak layar.

4. Begitu juga saat disimpan di dalam tas usahakan layar menghadap ke bagian yang rata dan kuat yang lebih besar dari layar, misalnya buku tebal. Jangan sampai layar menghadap benda-benda keras seperti kunci, charger dll didalam tas.

5. Saat kita menyimpan handphone, perhatikan alas tempat menyimpan. Usahakan rata dan lebih besar dari layar. Dengan posisi layar menghadap bawah.

6. Begitu juga saat sholat, sering kita lihat layar menghadap ke atas dan di posisi lebih dekat tempat sujud. Posisi ini berbahaya karena kadang tidak terduga anak-anak kecil atau jamaah lain melintas didepan. Posisikan lebih dekat ke kita, dan layar menghadap ke atas

Demikian tips yang pernah dipraktekkan penulis dan terbukti menjaga keawetan layar.

Mengenal Google Play


Belanja di Toko Online saat ini sudah menjadi kebutuhan. Seiring dengan mobilitas dan kesibukan orang lebih senang membeli kebutuhannya dari tempatnya beraktifitas tanpa mesti pergi ke toko. Peluang ini dimanfaatkan banyak lembaga keuangan untuk memfasilitasi pembayaran ke toko online tersebut. Saat awal-awal kemunculan pembayaran online, Paypal menguasai dominan arus e-pay dunia. Berikutnya banyak bermunculan perusahaan-perusahaan pembayaran lain yang saling bersaing menawarkan keunggulannya masing-masing.

Tidak bisa dipungkiri, nama besar berpengaruh pada orang atau pelaku belanja online untuk memilih. Di antara nama-nama besar itu muncul Google Pay sebagai alternatif.

Siapa yang tidak kenal Google? Hampir seluruh orang di planet ini kenal nama itu. Ya, selain bermain di bisnis aplikasi, hardware dan software, Google pun kini terjun di bisnis keuangan

Google Pay adalah semacam dompet digital yang dapat menyimpan semua kartu berbentuk fisik yang semuanya tersimpan dalam handphone Anda. Ia akan berupa Kartu Debit, Kartu Kredit, Loyalty Cards, Kupon, Gift Cards dan juga tiket.

Untuk menggunakan Google Pay sangat sederhana, hanya tinggak masukkan informasi pembayaran Anda ke dalam aplikasi Google Pay (Google Pay app) di perangkat Android. Dan Anda bisa menggunakannya untukmemkbeli apapun yang didukung oleh Google Pay.

Catatan:  Tidak semua kartu mendukung Google Pay. Untuk menceknya Anda bisa melihat di daftar Bank yang mendukung Google (list of supported banks)

Pembayaran Google dapat dilakukan di mana saja Anda melihat ikon Google Pay (simbol di bagian atas halaman ini). Anda dapat melihat cara menggunakan Google Pay di toko-toko dari video Google yang sudah banyak berefar di YouTube..

Catatan: Google Pay hanya berfungsi di perangkat Android, tetapi jika Anda ingin membayar dengan menggunakan iPhone Anda, Anda dapat menghubungkan ponsel Anda ke jam tangan pintar Wear OS (sebelumnya Android Wear)

Google Pay menggunakan informasi kartu Anda untuk melakukan pembelian, sehingga Anda tidak perlu mentransfer uang ke akun Google Pay khusus atau membuka rekening bank baru untuk menghabiskan uang Anda. Ketika tiba waktunya untuk membeli sesuatu dengan Google Pay, kartu yang Anda pilih akan digunakan untuk membayar secara nirkabel.

Google Pay untuk Pembayaran P2P
Google Pay (di Android disebut Google Pay Send ) mirip dengan aplikasi Google Pay Android karena ini adalah aplikasi Google yang berurusan dengan uang Anda, tetapi tidak benar-benar berfungsi dengan cara yang sama. Alih-alih membiarkan Anda membeli sesuatu, itu adalah aplikasi pembayaran peer-to-peer yang dapat mengirim dan menerima uang ke dan dari orang lain.

Anda dapat mengirim uang langsung dari kartu debit atau rekening bank Anda, serta dari saldo Google Pay Anda, yang merupakan tempat penyimpanan uang yang tidak ingin Anda simpan di bank Anda.

Ketika Anda menerima uang, uang itu disetorkan ke metode pembayaran apa pun yang dipilih sebagai metode "default" Anda, yang bisa berupa, bank, kartu debit, atau saldo Google Pay Anda. Jika Anda memilih bank atau kartu debit, uang yang Anda dapatkan dari Google Pay akan langsung masuk ke rekening bank itu. Mengatur saldo Google Pay sebagai pembayaran default Anda akan menyimpan uang yang masuk di akun Google Anda sampai Anda memindahkannya secara manual.

Ada sejumlah cara untuk menggunakan Google Pay dan semuanya bekerja dengan cara yang persis sama. Tangkapan layar di bawah ini menunjukkan cara mengirim uang dengan Google Pay serta cara meminta uang dari pengguna Google Pay lainnya, yang keduanya dapat dilakukan dengan situs web Google Pay.

Operating System Android, Sejarah dan Pengembangannya

Bagaimanakah asal mula nama android?
Bagaimanakah asal mula nama android? Image: androidcentral.com
Hampir semua orang di dunia kenal dengan "Android"? Android merupakan nama operating system terkenal yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan ternama yaitu Google.  Android menguasasi hampir lebih dari separuh OS (Operating System) smartphone di dunia ini karena desainnya yang simple, menarik, mudah dioperasikan oleh semua orang dan harganya yang terjangkau. Selain keunggulan-keunggulan tersebut android juga memiliki maskot yang lucu dan menggemaskan, yaitu robot hijau yang tidak mempunyai mulut serta memiliki semacam antena di atasnya. 

Sampai saat ini mungkin masih ada belum tahu sebenarnya android itu makhluk apa, apakah dia robot atau hewan atau mungkin alien. Namun, pernahkah anda berfikir bagaimanakah asal mula dan arti nama "Android" itu? 
 
Wujud android sendiri digunakan untuk pertama kalinya oleh seorang penulis yang berasal dari perancis bernama Mathias Viliers de L’Isle-Adam (1838-1898) dalam bukunya yang berjudul Tommorow’s Eve. Di dalam buku tersebut ada sebuah kisah mengenai sesosok robot artificial intelligence dengan bentuk layaknya manusia yang diberi nama Hadaly. Namun, ada juga orang yang perpendapat jika asal mula nama android bukan berasal dari buku karya Mathias tetapi jauh sebelum itu, yaitu antara abad ke-11 sampai abad ke-12 tepatnya antara tahun 1193-1283 oleh seorang pemuka agama katolik bernama Albertus Magnus. Pada saat itu Albertus Magnus pernah menciptakan semacam patung yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana dari para muridnya. Patung tersebut merupakan kepala robot yang terbuat dari kuningan dan di dalamnya terdapat catatan-catatan yang dituliskan oleh Albertus pada lembaran-lembaran kertas. Semenjak itu banyak murid-murid yang menyebut patung kuningan tersebut dengan nama "Androides". Nama androides pun menjadi terkenal hingga pada suatu hari penulis perancis yang namanya sudah disebutkan diatas tadi menyempurnakan wujud androides dan memasukkan perwujudan androides di dalam buku Tommorow's Eve. 
 
Perwujudan android juga muncul pada sebuah game keluaran tahun 1990 bernama "Gauntlet : The Third Encounter" yang dibuat oleh Atari. Nah, pada game ini terdapat beberapa karakter yang muncul, yaitu Nerd, Punkrocker , Pirate, dan Android. Bentuk android pada game tersebut sama seperti logo android saat ini, hanya saja android pada game tersebut memiliki warna abu-abu sedangkan logo android memiliki warna hijau. Banyak klaim yang mengatakan bahwa pembuat OS Android maniak dan tergila-gila bermain game tersebut, hingga pada akhirnya sang pencipta android pun mengaplikasikan salah satu karakter pada game tersebut ke dalam maskot android yaitu si robot hijau karena ia sangat suka dengan salah satu karakter pada game tersebut, yaitu si Android. Meskipun demikian banyak juga orang yang menghina dan mengecam pencipta android karena dianggap meniru serta mencuri karakter game Gauntlet : The Third Encounter.
Karakter Android pada game Gauntlet : The Third Encounter yang mirip dengan logo Android
Karakter Android pada game Gauntlet : The Third Encounter yang mirip dengan logo Android. Image: www.engadget.com
Selain itu, nama Android juga menjadi trending ketika film buatan sutradara terkenal George Lucas bernama Star Wars dirilis di Amerika Serikat. Di dalam film tersebut terdapat robot pelayan milik Luke  yang bernama C3PO dan R2D2 yang dikenal dengan nama droid.  Ia dibuat oleh Anakin Skywalker dalam Episode 1 : The Phantom Menace dan keberadaannya terus dipertahankan. Semenjak itu, banyak orang yang mengistilahkan droid sebagai pelayan karena film Star Wars.

Nah, dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa android memiliki arti pelayan pribadi atau teman pribadi. Dan memang terbukti OS Android ini banyak memberikan manfaat pelayanan kepada para pemakainya. mulai dari fungsi komunikasi, perkantoran, hiburan dan lain-lain. Sekilas demikianlah sejarah singkat Android semoga bermanfaat bagi kita semua

Selasa, 15 Januari 2019

The Origin of the Word "Android" from Time to Time


Today, if anyone is asked about Android, surely 98% of the answers relate to the Smartphone OS which again dominates the cellular world. It's not the wrong answer, but it's incomplete. This lack of completeness may be changing or forgetting the true meaning of Android. Popularity is generally already going to change an initial term into a new term if when the last appearance is a big news.


Android is a term for a robot that is made like a human physically: has 2 legs, 2 hands, head, body, or behavior. This word comes from the Greek "andr-" which means "male", and the ending "-eides", which means "of the species; resembles" (of "eidos": species).


The Term of Android itself was used for the first time by a writer from France named Mathias Viliers de L’Isle-Adam (1838-1898) in his book Tommorow's Eve. In the book there is a story about a figure of artificial intelligence with a human-like shape named Hadaly. However, there are also people who agree if the origin of the name Android does not originate from a book by Mathias but long before that, namely between the 11th century to the 12th century precisely between 1193-1283 by a Catholic religious leader named Albertus Magnus. At that time Albertus Magnus had created a kind of sculpture that could answer simple questions from his students. The statue is a robot head made of brass and inside there are notes written by Albertus on sheets of paper. Since then many students have called the brass statue the name "Androides". The name Androides became famous until one day the French writer whose name was mentioned above had perfected the form of Androides and included the embodiment of Androides in the book Tommorow's Eve.


So an Android is an anthropomorphic robot - that is, it looks like a human. Most robot developers prefer to call it humanoids compared to Android. And in science futuristic films, the term humanoid is also used more often


Recorded in the media there are at least 106 human robot (Android / Humanoid) research projects from around the world, which are the World's greatest android projects. 49 in Japan, 11 in America, 11 in Korea, 9 in Germany, 7 in China, 4 in Britain, 2 in Sweden, 1 in Australia, 1 in Thailand, 1 in Singapore, 1 in Bulgaria, 2 in Iran, 1 in Italy, 1 in Austria, 1 in Spain, 1 in Russia, 1 in the United Arab Emirates, 1 in Canada and 1 in Turkey (Androidworld.com)


 As for smaller scale android robot research there are around 73 research projects from around the world: 19 in Japan, 20 in America, 7 in Australia, 8 in the UK, 2 in Canada, 2 in Sweden, 1 in Germany, 2 in Hungary, 1 in Argentina, 1 in Brazil, 3 in Denmark, 1 in India, 1 in Mexico, 1 in Indonesia, 2 in Malaysia, 1 in Italy, 1 in Colombia, and 1 in China. (androidworld.com).


Then why is the term Android used to name an operating system for a smartphone?


Android symbolizes a technological advance. Identical to intelligence and many abilities (multy task). This term is very representative for an intelligent, futuristic and multi tasking application system. It is only natural that the inventor of the smart phone operating system named the invention Android.


As with the technology that continues to develop and make improvements, so does the Android OS. Funny thing is, Android was not originally made for cellphones, but for digital cameras.


Android was originally under the auspices of Android, Inc. A company founded in 2003 by Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears and Chris White. The headquarters is located in Palo Alto, California.


What is the history of Android as a smartphone operating system?it Can be read on the next article.

Sejarah Asal mula Istilah Android Sebenarnya


Jaman ini jika ada yang ditanya tentang Android pasti 98% jawabannya berhubungan dengan OS Smartphone yang lagi merajai dunia perseluleran. Ga salah jawabannya, tapi kurang lengkap. Kekuranganlengkapan ini bisa jadi akan merubah atau dilupakannya arti android sebenarnya. Kepopuleran memang sudah umum akan merubah suatu istilah awal menjadi istilah baru jika saat pemunculan yang terakhir itu menjadi suatu berita besar.

Android adalah sebuah istilah untuk sebuah robot yang dibuat seperti manusia secara fisik: mempunyai 2 kaki, 2 tangan, kepala, badan, atau secara tingkah laku. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "andr-" yang berarti "laki-laki", dan akhiran "-eides", yang berarti "dari spesies; menyerupai" (dari "eidos": spesies).



Jadi sebuah Android adalah robot anthropomorfis (anthropomorphic robot) - yaitu yang nampak seperti manusia. Kebanyakan pengembang robot lebih senang memanggilnya dengan humanoids dibanding android. Dan dalam film-film science futuristic, istilah humanoid juga lebih sering dipakai

Tercatat di media sedikitnya ada 106 proyek penelitian manusia robot (Android/Humanoid) dari seluruh dunia, yang menjadi World's greatest android projects.  49  di Jepang, 11 di Amerika, 11 di Korea, 9 di Jerman, 7 di China, 4 di Inggris, 2 di Swedia, 1 di Australia, 1 di Thailand, 1 di Singapura, 1 di Bulgaria, 2 di Iran, 1 di Italia, 1 di Austria, 1 di Spanyol, 1 di Rusia, 1 di Uni Emirat Arab, 1 di Kanada dan 1 di Turki.(Androidworld.com)

 Sedangkan untuk penelitian robot android skala lebih kecil ada sekitar 73 proyek penelitian dari selurih dunia: 19 di Jepang, 20 di Amerika, 7 di Australia, 8 di Inggris, 2 di Kanada, 2 di Swedia, 1 di Jerman, 2 di Hungaria, 1 di Argentina, 1 di Brazil, 3 di Denmark, 1 di India, 1 di Mexico, 1 di Indonesia, 2 di Malaysia, 1 di Italia, 1 di Kolombia, dan 1 di China. (androidworld.com).

Lalu mengapa istilah Android dipakai untuk menamakan sebuah sistem operasi sebuah smartphone?

Android melambangkan sebuah kemajuan teknologi. Identik dengan kecerdasan dan banyak kebisaan (multy task). Istilah ini sangat mewakili untuk sebuah sistem aplikasi yang cerdas, futuristik, dan multy tasking. Jadi wajar jika penemu sistem operasi smart phone menamakan penemuannya dengan nama Android.

Sebagaimana teknologi perobotan yang terus bekembang dan dilakukan penyempurnaan, begitu juga OS Android. Lucunya, Android pada awalnya tidak dibuat untuk ponsel, melainkan untuk kamera digital.

Android pada mulanya berada di bawah naungan Android, Inc. Sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 2003 silam oleh Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears dan Chris White. Markas besarnya berlokasi di Palo Alto, California.

Bagaimana sejarah Android sebagai sebuah sistem operasi smartphone? Bisa dibaca pada Artikel Selanjutnya.